-->
Group description=

Font Colour

COLOUR CHANGER

default=
Tampilkan postingan dengan label CULTURE. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label CULTURE. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 Desember 2011

ISI SURAT NABI MUHAMMAD KEPADA ST. CAHERINE

;

Pada tahun 628 Nabi Muhammad SAW mengeluarkan Piagam Anugerah kepada biarawan St. Catherine Monastery di Mt. Sinai. Berisi beberapa klausul yang melingkupi aspek-aspek hak asasi manusia termasuk perlindungan bagi umat Kristen, kebebasan beribadah dan bergerak, kebebasan untuk menunjuk hakim-hakim dan menjaga property mereka, pembebasan dari wajib militer, dan hak untuk dilindungi dalam perang.


Berikut ini terjemahan dalam bahasa Inggris atas dokumen tersebut:

“This is a message from Muhammad ibn Abdullah, as a covenant to those who adopt Christianity, near and far, we are with them.

Verily I, the servants, the helpers, and my followers defend them, because Christians are my citizens; and by Allah! I hold out against anything that displeases them.
Foto naskah surat itu

No compulsion is to be on them.

Neither are their judges to be removed from their jobs nor their monks from their monasteries.

No one is to destroy a house of their religion, to damage it, or to carry anything from it to the Muslims’ houses.

Should anyone take any of these, he would spoil God’s covenant and disobey His Prophet. Verily, they are my allies and have my secure charter against all that they hate.

No one is to force them to travel or to oblige them to fight.

The Muslims are to fight for them.

If a female Christian is married to a Muslim, it is not to take place without her approval. She is not to be prevented from visiting her church to pray.

Their churches are to be respected. They are neither to be prevented from repairing them nor the sacredness of their covenants.

No one of the nation (Muslims) is to disobey the covenant till the Last Day (end of the world).”


Terjemahan Isi Suratnya :

Ini adalah pesan dari Muhammad ibn Abdullah, sebagai perjanjian bagi siapapun yang menganut Kekristenan, jauh dan dekat, bahwa kami mendukung mereka.

Sesungguhnya saya, para pelayan, para penolong, dan para pengikut saya membela mereka, karena orang-orang Kristen adalah penduduk saya; dan karena Allah! Saya bertahan melawan apapun yang tidak menyenangkan mereka.

Tidak ada paksaan yang dapat dikenakan pada mereka.

Sekalipun oleh para hakim-hakim mereka, maka akan dikeluarkan dari pekerjaan mereka maupun dari para biarawan-biarawan mereka, maka akan dikeluarkan dari biara mereka.

Tidak ada yang boleh menghancurkan rumah ibadah mereka, atau merusaknya, atau membawa apapun daripadanya ke rumah-rumah umat Islam.

Jika ada yang mengambil hal-hal tersebut,maka ia akan merusak perjanjian Allah dan tidak menaati Rasul-Nya. Sesungguhnya, mereka adalah sekutu saya dan mendapatkan piagam keamanan melawan apapun yang mereka benci.

Tidak ada yang dapat memaksa mereka untuk bepergian atau mengharuskan mereka untuk berperang.

Umat Islam wajib bertempur untuk mereka.

Jika ada perempuan Kristen menikahi pria Muslim, hal ini tidak dapat dilakukan tanpa persetujuan perempuan itu. Dia tidak dapat dilarang untuk mengunjungi gerejanya untuk berdoa.

Gereja-gereja mereka harus dihormati. Mereka tidak boleh dilarang memperbaikinya dan menjaga perjanjian-perjanjian sakral mereka.

Tidak ada dari antara bangsa (Muslim) yang boleh tidak mematuhi perjanjian ini hingga Hari Akhir (akhir dunia).

Pada tahun 1517, piagam asli diambil oleh Sultan Selim I dari Turki dan saat ini berada di Musium Topkapi di Istanbul, akan tetapi Sultan memberikan salinan atas piagam tersebut kepada para biarawan, dan melegalisir isi piagam tersebut.

Dari koleksi besar gulungan kuno dan modern yang diawetkan di perpustakaan biara, jelas bahwa Perjanjian Nabi, apakah asli maupun salinan, memberikan hak dan perlindungan bagi umat Kristen.
»»  READMORE...
...IMAM SANTOS SALADIN AL GHAZI ZAT ZIT ZUT...

ROMA DI TANAH PALESTINA, 63 SM, - 66 M

;

Campur tangan muncul menjelang penaklukan Romawi atas Syria dan penghapusan monarki Seleukid. Kita telah melihat betapa Pompeius melindungi perbatasan-perbatasan selatan dan timur kekaisarannya dengan kerajaan-kerajaan bawahan. Kebijaksanaannya adalah mempertahankan kerajaan-kerajaan tersebut tetap kecil, dan kerajaan Hasmoni pun dikurangi ukuran dan kekuasaannya. Kota-kota Yunani disepanjang pantai Laut Tengah dan di Dekapolis, yang oleh keluarga Hasmoni dipaksa menerima Yudaisme, mendapatkan otonomi dan penduduk Yunani pun kembali ke sana. Kota-kota menara Strato, Seforis, dan Skitopolis juga memperoleh otonomi untuk membentuk sebuah penghalang efektif antara wilayah-wilayah Yahudi Galilea di utara dan Yudea serta Idumea di selatan. Dari sudut pandang Roma, hal ini semata-mata berarti pengembalian wilayah itu kepada penduduknya semula, yang dapat diharapkan setia kepada pelindung mereka, orang Romawai, dan mempertahankan wilayah Yahudi dalam batas-batas yang aman. Bagi kaum nasionalis Yahudi, ini adalah pelanggaran yang tidak adil atas kekuasaan kerajaan Hasmoni yang sah. Lebih lanjut, banyak orang Yahudi yang diusir dari kota-kota ini di Galilea, Dekapolis dan wilayah pantai kehilangan perdagangan dan miliknya ketika penduduk berkerumun kewilayah Yudea yang terbatas.



Akan tetapi, para pangeran Hasmoni akan lebih prihatin dengan perang mereka satu sama lain, dan sebagai sebuah negara bawahan dari orang- orang Romawi Yudea menjamin pion dalam tipu daya para politikus besar di Roma. Pada tahun 55 sM. Seorang penguasa baru diangkat oleh Roma untuk memerintah Yudea dengan gelar "Prokurator". Dia adalah Antipater, seorang pengeran dari dari suku Iduman (yang telah dipaksa memeluk agama Yudaisme oleh keluarga Hasmoni) yang dianggap sebagai orang luar oleh kaum tradisionalis.

Herodes, anak Antipater, belajar memainkan permainan Romawi dengan lebih baik dari pada ayahnya, dan ia berhasil diakui pada tahun 43 sM. Sebagai "raja" Yudea, yang mencakup Galilea, Perea dan Samaria. Jabatan imam agung dipisahkan dari jabatan kenegaraan, dan muncul perlawanan keagamaan yang cukup besar terhadap kedudukan Herodes sebagai raja. Herodes membutuhkan waktu beberapa tahun untuk memaksakan pemerintahannya. Pada tahun 27 sM. Ia menerima dari Kaisar Agustus pemerintahan atas sejumlah kota Yunani kuno di pantai dan di pedalaman, dan belakangan ia menerima sebuah wilayah yang luas di Timur dan Timur Laut Galilea, termasuk Gaulanitis, yang kini dikenal dengan Dataran Tinggi Golan. Wilayah ini jarang penduduknya, sehingga Herodes mengambil kesempatan untuk membangun kota-kota baru di sana, untuk mengurangi kelebihan penduduk di tanah Yudea. Orang-orang Yahudi yang menetap di kota-kota ini lebih setia kepadanya dari pada mereka yang tinggal di Yudea, yang selalu menganggapnya sebagai orang asing, yang lebih memihak pada Helenisme dari pada Yudaisme. Dan dalam banyak hal ia memainkan peranan sebagai monarki Helenis yang kafir. Di Samaria ia membangun kota baru, Sebaste dan di menara Strato di pantai ia membangun kota baru Kaisarea. Yang menonjol ialah bahwa kedua kota itu dinamai sesuai dengan - dan mencakup kuil-kuil anggota - keluarga kerajaan. Sebuah teater Yunani dan tempat pacuan kuda dibangun di Yerusalem. Bahasa Yunani adalah bahasa resmi pemerintah. Guru-guru Yunani mengajar di keluarga raja. Di pihak lain, untuk meredakan sentimen Yahudi, Herodes melakukan investasi dalam pembangunan kembali Bait Suci di Yerusalem yang sangat indah. Dinding-dinding yang indah, yang salah satunya bertahan sebagai Dinding Barat atau Tambok Ratapan, menopang sebuah teras besar; di sana sebuah Bait Suci yang baru bangun, dengan ukuran dan hiasan yang tidak pernah ada sebelumnya,. Pekerjaan dimulai pada tahun 23 sM. dan baru selesai pada tahun 64 M.

Dalam kenangan satu atau dua generasi berikutnya Herodes adalah orang luar yang memperlakukan orang-orang Yahudi dengan sombong, menyiksa orang Farisi yang setia menentang kegiatannya yang meyunanikan orang Yahudi dan membunuh tiga dari putra sendiri. Pada waktu kematiannya kebencian berubah menjadi perlawanan aktif diseluruh kerajaannya. Di Yerusalem, di pedesaan Yudea, Perea dan Galilea, gerombolan-gerombolan gerilya mengorganisir diri di sekitar tokoh- tokoh kharismatik, yang bagi para pengikutnya tampaknya memuat ciri-ciri Mesias yang telah lama dinantikan. Kini, tergantung pada sudut pandang kita apakah mereka akan kita sebut pejuang kemerdekaan atau teroris. Gangguan-gangguan itu menurut gubernur Romawi di Syria, Quinctilius Varus, untuk turun tangan secara militer pada dua kesempatan terpisah pada tahun 4 sM. Penyerbuan-penyerbuan berkhir di Yerusalem dengan penyaliban dua ribu tahanan Yahudi, sehingga meningkatkan warisan kebencian dan perlawanan umum yang didapat pengganti Herodes.

Menurut Kitab-kitab Injil, Yesus dilahirkan tidak lama sebelum kematian Herodes Pada tahun 4 sM.

Dalam wasiatnya Herodes meninggalkan kerajaannya kepada tiga putranya yang masih hidup, dan setelah pembicaraan-pembicaraan yang panjang di Roma (kerena hampir semua anggota keluarga Herodes berhasil hadir dan mengajukan tuntutan mereka) Kaisar Agustus mengesahkan pengaturan ini. (Peristiwa ini mungkin tercermin dalam kisah raja yang bepergian jauh dalam perumpamaan tentang talenta, Luk. 19:12-27.) Bagian selatan Yudea dan Samaria diperintah oleh Arkhelaus, yang mendapat gelar etnarch. Galilea dan Perea diserahkan kepada saudara Arkhelaus, Herodes Antipas, yang seringkali diacu dalam kitab-kitab Injil sebagai Herodes saja. Saudara tiri Arkhelaus, Filipus, mendapatkan wilayah Timur Laut kerajaan, wilayah-wilayah baru yang telah diterima Herodes antara tahun 23 dan 20 sM. Baik Atipas maupun Filipus mendapatkan gelar tetrarch ("pemimpin dari seperempat bagian").

Wilayah Filipus sebagai tetrarch, yang diperintahnya sampai kematiannya pada tahun 34 M, mencakup banyak kota Yunani, dan bahkan orang-orang Yahudi di sini relatif puas dengan keluarga Herodes. Akibatnya, pemerintahan Filipus relatif tenang. Ia membangun lagi desa nelayan Betsaida di sudut Timur Laut danau Galilea (Mrk. 6:45; Luk 9:10) sebagai kota Helenis yang dinamai Yulias, untuk menghormati putri Agustus, dan lebih jauh di utara ia mengganti Paneas dengan kota Helenis baru yang disebut Kaisarea Filipi (mat 16:13 dan paralelnya).


Herodes Antipas memerintah Galilea sebagai tetrarch sampai Kaisar Gaius menggulingkannya pada tahun 39 M. Warganya termasuk Yesus dari Nazaret dan Yohanes Pembabtis. Antipas paling banyak mengundang perhatian kita dalam kitab-kitab injil, karena ia menghukum mati Yohanes, yang mengangkat perkawinan Antipas dengan Herodias sebagai masalah masyarakat, sebuah perkawinan yang melanggar dua hukum Yahudi (Mat. 14:1-14; Luk. 3:19-20). Versi Markus (6:17-27) memberikan kita sepintas kahidupan di istana Antipas yang penuh dengan pejabat istana, perwira militer, orang-orang terkemuka, seorang ratu yang berkomplot dan bahkan seorang putri penari kerajaan (Salome, putri Herodias dan putri Filipus sang tetrarch). Cara Antipas mangawasi adat-istiadat Yahudi dengan semaunya juga di perlihatkan di ibu kota baru yang di bangunnya di Danau Galilea. Meskipun dinamai Tiberias, untuk menghormati kaisar yang memerintah tahun 14-37 M., kota itu dimaksudkan untuk menjadi lebih Yahudi daripada bukan Yahudi. Namun pada pembangunannya ditemukan pekuburan tua dalam batas kota, yang menyebabkan kota itu tak cocok untuk ditinggali menurut mata orang-orang ortodoks. Herodes meneruskan pembangunannya tetapi hanya mampu membujuk sebagian kecil orang Yahudi untuk pindah ke sana.



Pengganti Herodes yang paling tidak bahagia adalah Arkhelaus  (Mat. 2:22), yang menghadapi perlawanan politik sejak permulaan pemerintahannya. Kita tidak tahu banyak mengenai rinciannya, tetapi pada tahun 6 M. Orang-orang Samaria maupun Yahudi bersatu di sebuah kedutaan Romawi yang berhasil dalam membujuk Agustus untuk menggulingkan Arhelaus dan membuangnya ke Galia.

Wilayah Arkhelaus dianeksasi dalam kekaisaran Romawi sebagai sebuah provinsi kerajaan yang dikuasai oleh seorang pemimpin dari jajaran ksatria. Gubernur provinsi Syria jauh lebih penting melaksanankan pengawasan dan sekali-sekali ikut campur dalam urusan-urusan Yudea. Misalnya, ketika Provinsi Yudea diorganisasi Kirenius, gubernur Syria, melakukan sensus umum di provinsi yang baru itu, yang berulangkali diacu dalam kisah Lukas tantang kelahiran Yesus (2:2). Hal ini disebabkan dipaksakannya pajak perorangan terhadap penduduk, yang diacu Matius (22:15-22) dan Markus (12:14-17) dengan kata census; Lukas (20:21- 26) mengunakan kata Yunani untuk upeti. Pusat adminitratif provinsi Yudea terletak di pantai Laut Tengah, di kota Helenis yang dibangun Herodes Kaisarea; dari sana gubernur memimpin banyak sejumlah kecil pasukan. Di Yerusalem Sanhedrin berfungsi sebagai senat provinsi, yang anggota-anggotanya diambil dari keluarga-keluarga terkemuka dalam pola provinsi yang lazim. Pejabat yang memimpinnya adalah imam agung, yang pada mulanya (sejak tahun 6-15 M.) adalah Hanas; bahkan ketika jabatan itu dialihkan kepada orang-orang lain, imam agung tatap menjadi tokoh politik Yudea setelah gubernur (Mat. 26:3; Luk. 3:2; Yoh. 18:24; Kis. 4:5-6).

Kebijaksanaan resmi Roma yang hati-hati dalam mempertahankan otonomi Yahudi dalam masalah-masalah keagamaan dan dalam mengizinkan orang Yahudi di seluruh dunia membayar pajak tahunan sebesar setengah syikat untuk memelihara Bait Suci. Orang-orang Yahudi dikecualikan dari tuntutan biasa untuk ikut serta dalam ibadah kekaisaran. Sebaliknya, kurban (dua ekor anak domba dan seekor sapi jantan) dipersembahkan setiap hari di Bait Suci atas nama kaisar.

Dalam banyak hal pemerintahan Roma bersifat lunak, tetapi peristiwa-peristiwa tertentu mengikis kaum tradisionalis Yahudi yang teringat kekuasaan independen keluarga Hasmoni yang besar dan yang telah melihat banyak perubahan pengaturan administrasi, Misalnya, pakaian yang dikenakan oleh imam agung untuk upacara-upacara khusyuk tidak disimpan olehnya melainkan melainkan di benteng Antonia, di kawal oleh tentara-tentara Romawi. Sensus oleh Kirenius sendiri adalah penyebab rasa kebencian besar, yang mengkristal disekitar tokoh kharismatik dari Galilea yang bernama Yudas (Kis. 5:37). Yang pengikut-pengikutnya kemudian pada tahun-tahun berikutnya sebagai orang-orang Zelot.

Tidak dari seorang pun dari gubernur Romawi di Yudea antara tahun 6 dan 66 M. yang tampak jelas-jelas bijaksana. Kita mengetahui paling banyak tantang Pontius Pilatus, gubernur dari tahun 26 sampai 36; dengan adanya sifat sumber-sumber kita, yang kita ketahui adalah benturannya dengan lawan-lawan pemerintah Roma. Misalnya, pada awal masa jabatanya ia menempatkan sebuah satuan baru untuk tugas pengawalan di benteng Antonia di Yerusalem. Satuan yang baru itu, berbeda dengan para pendahulunya, diidentifikasikan dengan panji-panji yang dihiasi dengan kalung patung dada kaisar. Tampaknya ini adalah penghinaan langsung secara sengaja terhadap larangan Yahudi untuk membuat patung pahatan. Belakangan, untuk membiayai sebuah saluran yang baru di Yerusalem, Pilatus merampas uang dari perbendaharaan Bait Suci, sebuah pelanggaran hukum romawi maupun Yahudi. Dalam kisah lain, ia memasang perisai-perisai yang dihiasi dengan namanya sendiri dan nama Kaisar Tiberius dipasang di dinding-dinding Herodes, tempat tinggalnya sendiri di Yerusalem. Dalam semua insiden ini Pilatus dipaksa mundur, biasanya dengan ancaman atau dengan realitas kekerasan Yahudi. Manuver diplomatik juga memainkan peran. Seyanus, Penasihat utama bagi kaisar Tiberius (14-37 M.), tampaknya telah mendorong perilaku anti Yahudi diseluruh kekaisaran; setelah Seyanus dihukum dengan tuduhan berkhianat pada tahun 31 M. Tiberius tampaknya lebih bersimpati pada keinginan-keinginan para pemimpin Yahudi setempat di Sanhedrin. Karena itu, dalam mempertahankan posisinya Pilatus tampaknya bertindak agak hati-hati dalam menghadapi imam agung dan rekan-rekannya. Hal ini mungkin menjelaskan perilaku pada peradilan Yesus. Juga peranan Barabas yang mungkin sekali adalah salah seorang Zelot. Kalau demikian, kegiatan-kegiatan terorisnya tentulah telah menyebabkan ia ditangkap (Mrk. 15:7).

Pilatus digantikan sebagai pemimpin pada tahun 36., dan gubernur Syria, Vitelius, berusaha melunakkan orang-orang Yahudi dengan serangkaian tindakan rujuk yang mencakup pengembalian pakaian-pakaian keagamaan untuk dijaga oleh imam agung.

Pemerintah Kaisar Gaius (37-41.), yang digelari Caligula, ditandai oleh usahanya untuk menghapus ibadah Yahudi di Yerusalem dan menggantikannya dengan penempatan sebuah patung bagi dirinya untuk disembah di Bukit Bait Suci. Ini dilakukan sebagai pembalasan atas sebuah peristiwa di Yamnia; di sana orang-orang Yahudi menyerang dan mencemari sebuah mezbah baru yang telah dibangun oleh orang-orang Yunani di kota tersebut untuk menghormati ibadah kekaisaran. Gaius di bunuh sebelum ia memaksakan penyelesaian proyek tersebut. Salah seorang yang argumen dan permohonannya menyebabkan rencana itu tertunda adalah Agripa I, cucu Herodes Agung. Ia dibesarkan di Roma dan menjadi sahabat baik Gaius dan juga Claudius, yang menggantikan Gaius sebagai kaisar dan memerintah dari tahun 41-54 M.

Untuk menenangkan ketegangan-ketegangan yang muncul di Yudea, Cludius mengangkat Agripa menjadi raja; dari tahun 41 M sampai kematiannya di di tahun 44 ia memerintah Galilea, Perea dan Yudea. Sekali lagi berdiri sebuah kerajaan yang merdeka dibawah wangsa kerajaan Herodes yang dapat mengklaim paling tidak sejumlah keabsahan dimata orang-orang Yahudi. Di kerajaannya sendiri Agripa, yang neneknya adalah anggota wangsa Hasmoni, menampilkan dirinya sebagai orang Yahudi yang berbakti dan saleh. Ia melaksanakan perayaan-perayaan, memberikan persembahan harian dan menegaskan dominasi Yudaisme Farisi atas sekte-sekte pembangkang, dengan menghukum mati dan memenjarakan para pemimpin komunitas Kristen di Yerusalem (Kis. 12:1-9). Di pihak lain, pendidikannya di Roma telah memberikannya simpati-simpati pro-Romawi dan selera Helenisme yang jelas. Ia lebih suka tinggal di kota Yunani, Kaisarea, daripada di Yerusalem, mata uangnya di cap dengan gambarnya, dan ia merayakan sebuah perayaan ibadah kekaisaran, ketika ia diserang usus buntu dan meninggal dalam rasa sakit yang hebat menurut orang-orang saleh, ia menjadi korban pembalasan ilahi karena mengijinkan masyarakat menyambutnya dengan cara-cara yang dengan ibadah penguasa, ibadah raja-raja Helenis.


Ketika Agripa I meninggal, kaisar sekali lagi menjadikan Yudea sebuah provinsi Romawi, dan dengan demikian menjadikan kontrol Romawi lebih kuat, tetapi juga mengecewakan harapan-harapan kaum nasionalis Yahudi. Ini adalah kali ketiga dalam ingatan mutakhir bahwa sebuah kerajaan Yahudi digantikan oleh kekuasaan Romawi di tahun 63 sM., tahun 6 M. dan kini di tahun 44. Insiden-insiden ketidakpekaan Romawi meningkatkan rasa kecewa ini; gubernur Romawi pertama, yang kini disebut prokurator, berusaha untuk kembali menguasai pakaian kebesaran imam agung; dibawah Cumanus, prokurator dari tahun 48-52, seorang prajurit yang sedang bertugas jaga secara tidak sopan menelanjangi dirinya kepada kerumunan pada hari raya paskah; dan dan ketika sekelompok peziarah Yahudi dari Galilea diserang oleh bandit-bandit Samaria, pemerintah tidak menangapinya. Gerakan Zelot meningkatkan jumlah dan efektifitas serangan-serangan teror mereka, mengancam dengan hukuman mati setiap orang Yahudi yang bekerja sama dengan penguasa Romawi. Sebuah serangan dilancarkan dari padang gurun dan dan hampir merebut Yerusalem; serangan ini dipimpin seorang Zelot yang di gelari "orang Mesir" , yang mesih menjadi keprihatinan pemerintah pada saat Paulus ditangkap (Kis. 21:38). Para pemimpin agama dan politik, Sanhedrin, memanfaatkan gejolak ini untuk tujuan-tujuan mereka sendiri, menjegal lawan-lawannya pada setiap kesempatan dan menghukum para pembangkang seperti orang-orang Kristen. Pemimpin-pemimpin kharismatik muncul diberbagai bagian provinsi dan harapan-harapan akan pembebasan segera dari dominasi Romawi dibakar oleh khotbah-khotbah kenabian dan sastra apokaliptik, yang meramalkan bahwa orang-orang Yahudi akan menang dibawah seorang Mesias yang akan segera datang. Orang-orang Romawi beraksi dengan langkah-langkah tandingan dengan menghukum mati para teroris dan menangkap orang banyak yang berkumpul mendengarkan khotbah-khotbah para "nabi" dan "Mesias". Dua orang prokurator dari masa ini muncul dalam kisah Perjanjian Baru: Feliks (52-60 M). Yang menikah dengan Drusila, putri Agripa I (Kis. 24:24); dibawah dia pengadilan atas Paulus berlangsung berkepanjangan sampai dua tahun (Kis. 24:27); dan Porsius Festus (60-62M.), yang mendengar kasus Paulus dengan tergesa-gesa dan, setelah berkonsultasi dengan Agripa II, saudara laki-laki Drusila dan penguasa sebuah kerajaan bawahan kecil yang berpusat di tetrarkhi Filipus, memenuhi permintaan Paulus agar dikirim ke Roma untuk diadili (Kis.24:27 sampai 26:32)

.Perang Yahudi dan Sesudahnya


Kehancuran Hukum dan ketertiban yang terus berkembang di provinsi Yudea membawa Pada revolusi besar-besaran malawan kekuasan Romawi di tahun 66 M. Sebuah pertikaian antara orang-orang Yunani dan Yahudi di Kaisarea menyebabkan pemeran kekuasaan yang tidak simpatik yang di pimpin oleh Gesius Florus sang prokurator. Orang-orang Zelot menjawab dengan merebut benteng yang dibangun oleh Herodes di Masada dan membunuh banyak perwira Romawi di sana. Lembaga imamat di Yerusalem bergabung dengan pemberontakan dengan menghentikan kurban-kurban atas nama kaisar, yang menyebabkan pernyataan perang terhadap kekaisaran Romawi. Kekaisaran Romawi menjawab dengan mengirim Vespasianus dan putranya, Titus, melawan provinsi yang mamberontak. Pada pertengahan tahun 68 M., pasukan-pasukan mereka telah memperoleh kembali kekuasaan atas seluruh wilayah kecuali Yudea Timur. Kematian Kaisar Nero menyelingi peperangan Romawi, dan sebuah peperangan saudara Romawi berkepanjangan sampai satu tahun pemenangnya adalah Vespasianus sendiri, yang kini menjadi Kaisar yang baru.

Titus melanjutkan peperangan tersebut. Ia mengepung Yerusalem selama setahun penuh dan akhirnya menyerbu Bukit Bait Suci pada pertengahan tahun 70. Ia memasuki ruang mahasuci, merebut peralatan suci untuk menghiasi kemenangannya di Roma dan kemudian membakar Bait Suci itu sendiri. Ia masih membutuhkan satu bulan lagi untuk menghabisi perlawanan terakhir di dalam kota, dan kemudian Titus memerintahkan penghancuran tembok-tembok hingga rata dengan tanah dan penutupan Bait Allah. Operasi-operasi pembersihan terus dilakukan terhadap benteng-benteng yang diduduki orang-orang Zelot. Yang terakhir jatuh, pada tahun 73 M ., adalah Masada.

Orang-orang Romawi mengambil langkah-langkah yang berat untuk menjamin ketenangan Yudea pada tahun-tahun sesudah 70 M. Kedudukan gubernur ditingkatkan pangkatnya setara dengan utusan kaisar dan diberikan kepada orang-orang yang berkualitas tinggi dengan pengalaman dalam administrasi provinsi. Pasukan militer juga diperkuat, dan sebuah legiun lengkap dengan tentara profesional ditempatkan di Yerusalem, lokasi yang paling besar memiliki kemungkinan meletus di kemudian hari. Penjagaan ketat dilakukan untuk manghalangi setiap kemungkinan munculnya para Mesias sebelum mereka memperoleh pengikut, dan keturunan Daud dikenai pemerikasaan khusus dan penganiayaan.

Pengahancuran Bait Suci dan penghapusan jabatan imam dan Sanhedrin merupakan tiitik balik yang penuh bencana dalam sejarah Yahudi. Kurban-kurban yang diperintahkan dalam kitab-kitab Tora tidak dapat lagi dilaksanakan melainkan hanya diingat dalam kenangan bangsa Yahudi. Kebiasaan lama, yang ditorerir oleh orang-orang Romawi, mambayar pajak setengan syikal per orang per tahun untuk mempertahankan ibadah Bait Suci di Yerusalem sementara dibuat tidak berguna, tetapi orang-orang Romawi menuntut orang-orang Yahudi diseluruh kekaisaraan untuk membayar jumlah yang sama, dua dirham, kepada kekaisaran, tampaknya untuk mempertahankan ibadah Yupiter, yang telah mengalahkan Yahweh dan umat-Nya. Untuk menghadapi apa yang telah terjadi, sebagian orang Yahudi. Seperti orang-orang Farisi berusaha mempertahankan tentang tradisi-tradisi lama dan menyesuaikan dengan lingkungan-lingkungan yang baru. Yang lain, seperti golongan Zelot mencari penghiburan dalam pengharapan akan seorang Mesias yang akan memulihkan kekuasaan bangsa Yahudi. Keduanya menantikan dan mengharapkan pemulihan ibadah imamat yang sempurna di Yerusalem.
Antara tahun 115 dan 117 M., sumber-sumber Romawi maupun Yahudi berkisah tentang pemberontakan Yahudi yang meletus di Kirene, Mesir, dan Siprus. Dalam menjawab janji-janji dari orang-orang yang mengangkat diri sebagai Mesias, orang-orang Yahudi ini bangkit dengan kekerasan melawan tetangga-tetangga mereka yang bukan Yahudi dan melawan pemerintahan. Di Palestina pada saat yang sama mungkin pula terjadi pemberontakan serupa, tetapi kita tidak mempunyai bukti langsung mangenai hal ini. Sebaliknya kita mendengar tentang revolusi yang meletus pada tahun 123 M., yang di pimpin oleh Shimon bar-Kosiba, seorang tokoh mesianis yang disebut Bar Kokhba ("Putra Bintang") oleh para pengikutnya dan belakangan oleh rabi-rabi yang kecewa, disebut Bar-Kozeba ("Putra Dusta"). Pemberontakan ini mungkin didorong oleh larangan Kaisar Hadrianus untuk mempratikkan sunat yang kemudian berkembang menjadi larangan mempraktikan agama Yahudi meskipun hal itu mungkin bukanlah maksud Hadrianus. Orang-orang Kristen Palestina tentu akan menolak klaim Bar-Kokhba sebagai Mesias dan barangkali tidak bergabung dalam revolusinya. Namun demikian, dokumen-dokumen baru yang di temukan baru-baru ini di gua-gua yang dipergunakan sebagai tempat persembunyian para pemberontak tampaknya memperlihatkan bahkan sejumlah orang bukan Yahudi bergabung dengan orang-orang Yahudi dalam perlawanan ini dan Bar Kokhba diangkat sebagai "nasi ('pangeran') Israel". Orang-orang Romawi mengirimkan sejumlah perwira terbaik mereka dengan delapan legiun, dan pada tahun 135 M . Revolusi tersebut dihancurkan, para pemberontak bertahan kelaparan ketimbang menyerah di gua-gua di perbukitan Yudea, dan mereka yang masih hidup di salibkan sampai ratusan jumlahnya. Hancurlah pengharapan bahwa sang Mesias akan segera datang. Kota Yerusalem dibangun kembali sebagai sebuah kota Helenis dengan nama Aelia Capitolina untuk menghormati keluarga kaisar. Sebuah kuil Zeus menghiasi puncak Gunung Bukit Suci, dan orang-orang Yahudi bahkan dilarang untuk memasuki kota

sumber : berbagai sumber.com
»»  READMORE...
...IMAM SANTOS SALADIN AL GHAZI ZAT ZIT ZUT...

SEJARAH NATAL

;
Kata Natal berasal dari bahasa Latin yang berarti lahir. Secara istilah Natal berarti upacara yang dilakukan oleh orang Kristen untuk memperingatri hari kelahiran Isa Al Masih- yang mereka sebut Tuhan Yesus.

Peringatan Natal baru tercetus antara tahun 325-354 oleh Paus Liberius, yang ditetapkan tanggal 25 Desember, sekaligus menjadi momentum penyembahan Dewa Matahari, yang kadang juga diperingati pada tanggal 6 Januari, 18 Oktober, 28 April atau 18 Mei. Oleh Kaisar Konstantin, tanggal 25 Desember tersebut akhirnya disahkan sebagai kelahiran Yesus (Natal).

Kelahiran Yesus Menurut Bibel

  Untuk menyibak tabir Natal pada tanggal 25 Desember yang diyakini sebagai Hari Kelahiran Yesus, marilah kita simak apa yang diberitakan oleh Bibel tentang kelahiran Yesus sebagaimana dalam Lukas 2:1-8 dan Matius 2:1,10,11 (Markus dan Yohanes tidak menuliskan kisah kelahiran Yesus).

Lukas 2:1-8:
”Pada waktu itu Kaisar Agustus mengeluarkan suatu perintah, menyuruh mendaftarkan semua orang di seluruh dunia.

Inilah pendaftaran yang pertama kali diadakan sewaktu Kirenius menjadi wali negeri di Siria. Maka pergilah semua orang mendaftarkan diri, masing-masing di kotanya sendiri.

Demikian juga Yusuf pergi dari kota Nazaret di Galelilea ke Yudea, ke kota Daud yang bernama Betlehem, karena ia berasal dari keluarga dan keturunan Daud- supaya didaftarkan bersama dengan Maria, tunangannya yang sedang mengandung.

Ketika mereka disitu tibalah waktunya bagi Maria untuk bersalin dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lapin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka dirumah penginapan.

Didaerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjanga kawanan ternak mereka pada waktu malam.”

Jadi, menuru Bibel, Yesus lahir pada masa kekuasaan Kaisar Agustus yang saat itu yang sedang melaksanakan sensus penduduk (7M=579 Romawi). Yusuf, tunangan Maryam ibu Yesus berasaldari Betlehem, maka mereka bertiga ke sana, dan lahirlah Yesus di Betlehem, anak sulung Maria. Maria membungkusnya dengan kain lampan dan membaringkannya dalam palungan (tempat makan sapi, domba yang terbuat dari kayu). Peristiwa itu terjadi pada malam hari dimana gembala sedang menjaga kawanan ternak mereka di padang rumput.

Menurut Matius 2:1, 10, 11

Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman Herodus, datanglah orang-orang Majus dari Timur ke Yerusalem. Ketika mereka melihat bintang itu, sangat bersuka citalah mereka. Maka masukalah mereka kedalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibunya.

Jadi menurut Matius, Yesus lahir dalam masa pemerintahan raja Herodus yang disebut Herodus Agung yang memerintah tahun 37 SM- 4 M (749 Romawi), ditandai dengan bintang-bintang yang terlihat oleh orang-orang Majusi dari Timur.

Cukup jelas pertentangan kedua Injil tersebut (Lukas 2:1-8 dan Matius 2:1, 10, 11) dalam menjelaskan kelahiran Yesus. Namun begitu keduanya menolak kelahiran Yesus tanggal 25 Desember. Penggambaran kelahiran yang ditandai dengn bintang-bintang di langit dan gembala yang sedang menjaga kawanan domba yang dilepas bebas di padang rumput beratapkan langit dengan bintang-bintangnya yang gemerlapan, menunjukkan kondisi musim panas sehingga gembala berdiam di padang rumput dengan domba-domba mereka pada malam hari untuk menghindari sengatan matahari. Sebab jelas 25 Desember adalah musim dingin. Sedang suhu udara di kawasan Palestina pada bulan Desember itu sangat rendah sehingga salju merupakan hal yang tidak mustahil.

Bagi yang memiliki wawasan luas, hati terbuka dan lapang dalam mencari kebenaran, kitab suci Al-Quran telah memberikan jawaban tentang kelahiran Yesus (Isa alaihssalam).

”Maka rasa sakit akan melahirkan anak memaksa ia (Maryam) bersandar pada pangkal pohon kurma, ia berkata: ”Aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi sesuatu yang tidak berarti, lagi dilupakan”. Maka Jibril menyerunya dari tempat yang rendah. ”Janganlah kamu bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai dibawahmu (untuk minum). Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu kearahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu”

(Surat Maryam\19: 23-25)

Jadi menurut Al Quran Yesus dilahirkan pada musim panas disaat pohon-pohon kurma berbuah dengan lebatnya. Untuk itu perlu kita cermati pendapat sarjana Kristen Dr. Arthus S. Peak, dalam Commentary on the Bible – seperti dikutip buku Bible dalam Timbangan oleh Soleh A. Nahdi (hal 23): Yesus lahir dalam bulan Elul (bulan Yahudi), bersamaan dengan bulan Agustus-September.

Sementara itu Uskup Barns dalam Rise of Christianity – seperti juga dikutip oleh Soleh A. Nahdi berpendapat sebagai berikut:

”Kepercayaan, bahwa 25 Desember adalah hari lahir Yesus yang pasti tidak ada buktinya. Kalau kita percaya cerita Lukas tentang hari lahir itu dimana gembala-gembala waktu malam menjaga di padang di dekat Betlehem, maka hari lahir Yesus tentu tidak di musim dingin di saat suhu di negeri pegunungan Yudea amat rendah sekali sehingga salju merupakan hal yang tidak mustahil. Setelah terjadi banyak perbantahan tampaknya hari lahir tersebut diterima penetapannya kira-kira tahun 300 Masehi”

Pada Tahun Berapa Yesus Lahir?


Umat Kristen beranggapan bahwa Yesus dilahirkan pada tahun 1, karena penanggalan Masehi yang dirancang oleh Dionysius justru dibuat dan disesuaikan dengan tahun kelahiran Yesus. Namun Injil Lukas 2:1 (telah dikutip sebelumnya) menyatakan Yesus lahir dalam masa pemerintahan Kaisar Agustus jadi antara tahun 27 Sebelum Maseh-14 Sesudah Masehi. Sedangkan Matius: 2:1 (Juga telah dikutip) menyatakan Yesus lahir dalam masa pemerintahan raja Herodes Agung: tahun 37 Sebelum Masehi-4 Sesudah Masehi.

Ternyata antara pemahaman yang beredar di kalangan umat Kristen tentang kelahiran Yesus dengan berita yang disampaikan oleh Injil, Lukas maupun Matius, tidaklah menunjukkan suatu kepastian, sehingga ilmuwan-ilmuwan mereka ada yang menyatakan Yesus lahir tahun 8 Sebelum Masehi, tahun 6 Sebelum Masehi, tahun 4 sesudah Masehi. Antara lain di kutip dari buku tulisan Rev. Dr. Charles Francis Petter, MA. . B.D., S.T.M. yang berjudul, The Lost Years of Jesus Revealed hal 119 sebagai berikut:

Pada abad ke-19 setelah terbukti dan akhirnya diakui bahwa Herodes telah mati 4 tahun sebelum masehi dan setelah ditetapkan, bahwa menurut cerita Matius (2:16) raja Herodes memerintahkan pembunuhan kanak-kanak umur/dibawah umur dua tahun untuk membinasakan Yesus harus digeser kebelakang, paling sedikit 4 tahun sebelum masehi. Masa kini para sarjana lebih condong menggeserkan tanggal lahirnya Yesus itu 5 sampai 6 tahun kebelakang tahun Masehi. Kesulitan menentukan tanggal kelahiran Yesus, kehidupannya, dan kematiannya terpaksa ditimbulkan kembali karena adanya keterangan-keterangan yang banyak terdapat dalam gulungan-gulungan Essene (yang terdapat di gua Qamran) malah soal-soal yang berhubungan dengan ketuhanan juga harus dibangkitkan kembali.

Jadi sampai hari ini pun tidak ada kejelasan tahun berapa Yesus dilahirkan.

Asal Usul Perayaan Natal 25 Desember

Perintah untuk menyelenggarakan peringatan Natal tidak ada dalam Bibel dan Yesus tidak pernah memberikan contoh ataupun memerintahkan pada muridnya untuk menyelenggarakan peringatan kelahirannya.

Perayaan Natal baru masuk dalam ajaran Kristen katolik pada abad ke-4 M. Dan peringatan inipun berasal dari upacara adat masyarakat penyembah berhala. Dimana kita ketahui bahwa abad ke-1 sampai abad ke-4 M dunia masih dikuasai oleh imperium Romawi yang paganis politheisme.

Ketika Konstantin dan rakyat Romawi menjadi penganut agama Katolik, mereka tidak mampu meninggalkan adat/budaya pangannya, apalagi terhadap pesta rakyat untuk memperingati hari Sunday (sun=matahari: day=hari) yaitu kelahiran Dewa Matahari tanggal 25 Desember.

Maka supaya agama Katolik bisa diterima dalam kehidupan masyarakat Romawi diadakanlah sinkretisme (perpaduan agama-budaya/ penyembahan berhala), dengan cara menyatukan perayaan kelahiran Sun of God (Dewa Matahari) dengan kelahiran Son of God (Anak Tuhan=Yesus).

Maka pada konsili tahun 325, Konstantin memutuskan dan menetapkan tanggal 25 Desember sebagai hari kelahiran Yesus. Juga diputuskan, Pertama, hari minggu (Sunday=hari matahari) dijadikan pengganti hari Sabat yang menurut hitungan jatuh pada Sabtu. Kedua, lambang dewa matahari yaitu sinar yang bersilang dijadikan lambang Kristen. Ketiga, membuat patung-patung Yesus untuk menggantikan patung Dewa Matahari.


Sesudah Kaisar Kontantin memeluk agama Katolik pada abad ke-4 masehi, maka rakyat pun beramai-ramai ikut memeluk agama Katolik. Inilah prestasi gemilang hasil proses sinkretisme Kristen oleh Kaisar Konstantin dengan agama panganisme politheisme nenek moyang.

Demikian asal-usul Christmas atau Natal yang dilestarikan oleh orang-orang Kristen di seluruh dunia sampai sekarang.
Demikian kepercayaan panganis politheisme mendapat ajaran tentang Dewa Matahari yang diperingati tanggal 25 Desember.

Mari kita telususri melalui Bibel maupun sejarah kepercayaan panganis yang dianut oleh bangsa Babilonia kuno didalam kekuasaan raja Nimrod (Namrud).

H.W. Amstrong dalam bukunya The Plain Truth About Christmas, Worlwide Chrch of God, California USA, 1994, menjelaskan:




Namrud cucu Ham, anak nabi Nuh adalah pendiri sistem kehidupan masyarakat Babilonia kuno. Nama Nimrod dalam bahasa Hebrew (Ibrani) berasal dari kata “Marad” yang artinya: “Dia membangkang atau Murtad antara lain dengan keberaniaannya mengawinkan ibu kandungnya sendiri bernama “Semiramis”.

Namun usia Namrud tidak sepannjang ibu sekaligus istrinya. Maka setelah Namrud mati, Semiramis menyebarkan ajaran: bahwa roh Namrud tetap hidup selamanya, walaupun jasadnya telah mati. Maka dibuatlah olehnya perumpamaan pohon “Evergreen” yang tumbuh dari sebatang kayu mati.

Maka untuk memperingati kelahirannya dinyatakan bahwa Namrud selalu hadir di pohon Evergreen dan meninggalkan bingkisan yang digantungkan di ranting-ranting pohon itu. Sedangkan kelahiran Namrud dinyatakan tanggal 25 Desember. Inilah asal usul pohon Natal.

Lebih lanjut Semiramis dianggap sebagai “Ratu Langit” oleh rakyat Babilonia, kemudian Namrud dipuja sebagai “anak suci dari surga”.

Putaran jaman menyatakan bahwa penyembahan berhala versi Babilonia ini berubah menjadi “Mesiah palsu”, berupa dewa “Ba-al” anak dewa matahari dengan objek penyembahan ‘Ibu dan Anak (Semiramis dan Namrud) yang lahir kembali. Ajaran tersebut menjalar ke negara lain: Di mesir berupa “Isis dan Osiris”, di Asia bernama “Cybele dan Deoius”. Di Roma disebut Fortuna dan Yupiter. Bahkan di Yunani, “Kwan Im” di Cina, Jepang dan Tibet, India, Persia, Afrika, Eropa dan Meksiko juga ditemukan adat pemujaan terhadap dewa “Madonna” dan lain-lain.

Dewa-dewa berikut dimitoskan lahir pada tanggal 25 Desember, dilahirkan oleh gadis perawan (tanpa bapak), mengalami kematian (salib) dan dipercaya sebagai Juru Selamat (Penebus Dosa):

1. Dewa Mithras (Mitra) di Iran, yang juga dinyatakan dilahirkan dalam sebuah gua dan mempunyai 12 orang murid. Dia juga disebut sebagai Sang Penyelamat, karena ia pun mengalami kematian dan dikuburkan, tapi bangkit kembali. Kepercayaan ini menjalar hingga Eropa. Konstantin termasuk salah seorang pengagum sekalugus penganut kepercayaan ini.



2. Apollo, yang terkenal memiliki 12 jasa dan menguasai 12 bintang/planet.


3. Hercules yang terkenal sebagai pahlawan perang tak tertandingi.


4. Ba-al yang disembah orang-orang Israel adalah dewa pendududk asli tanah Kana’an yang terkenal juga sebagai dewa kesuburan.



5. Dewa Ra, sembahan orang-orang Mesir Kuno; kepercayaan ini menyebar hingga ke Romawi dan diperingati secara besar-besaran dan dijadikan sebagai pesta rakyat.


Demikian juga Serapsis, Attis, Issis, Horus, Adonis, Bacchus, Krisna, Osiris, Syamas, Kybele dan lain-lain. Selain itu ada lagi tokoh/pahlawan pada suatu bangsa yang oleh mereka diyakini dilahirkan oleh perawan, antara lain Zorates (bangsa Persia) dan Fo Hi (bangsa Cina). Demikian pula pahlawan-pahlawan Helenisme: Agis, Celomenes, Eunus, Soluius, Aristonicus, Tibarius, Grocecus, Yupiter, Minersa, Easter.

Jadi konsep bahwa Tuhan itu dilahirkan seorang perawan pada tanggal 25 Desember disalib/dibunuh kemudian dibangkitan, sudah ada sejak zaman purba.
  Konsep/dogma agama bahwa Yesus adalah anak Tuhan dan bahwa Tuhan mempunyai tiga pribadi dengan sangat mudahnya diterima oleh kalangan masyarakat Romawi karana merekalah telah memiliki konsep itu sebelumnya. Mereka tinggal mengubah nama-nama dewa menjadi Yesus. Maka dengan jujur Paulus mengakui bahwa dogma-dogma tersebut hanyalah KEBOHONGAN yang sengaja dibuatnya. Kata Paulus kepada Jemaat Roma:

Tetapi jika kebesaran Allah oleh dustaku semakin melimpah bagi kemuliaannya, mengapa aku masih dihakimi lagi sebagai seorang berdosa?

 (Roma 3:7)

Mengenai kemungkinan terjadinya pendustaan itu, Yesus telah mensinyalir lewat pesannya:

Jawab Yesus kepada mereka: Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu! Sebab banyak orang akan datang dengan memakai namaku dan berkata Akulah Mesias, dan mereka akan menyesatkan banyak orang.

(Matius 24:4-5).

Pandangan Bibel Tentang Upacara Natal.

Untuk mengetahui pandangan Bibel tentang perayaan Natal yang diwarisi oleh tradisi paganisme, baiklah kita telaah Yeremia 10:2-4:

”Beginilah firman Tuhan: ”Janganlah biasakan dirimu dengan tingkah langkah bangsa-bangsa, janganlah gentar terhadap tanda-tanda di langit, sekalipun bangsa-bangsa gentar terhadapnya. Sebab yang diseganii bangsa-bangsa adalah kesia-siaan. Bukanlah berhala itu pohon kayu yang ditebang orang dari hutan, yang dikerjakan dengan pahat oleh tukang kayu? Orang memperindahnya dengan emas dan perak; orang memperkuatnya dengan paku dan palu supaya jangan goyang”.

Demikianlah pandangan Bibel tentang upacara Natal yaitu melarang orang Kristen mengikuti kebiasaaan bangsa-bangsa penyembah berhala.

Selanjutnya mari kita simak penjelasan Yeremia 10:5

”Berhala itu sama seperti orang-orangan di kebun mentimun. Tidak dapat berbicara; orang harus mengangkatnya, sebab tidak dapat melangkah. Janganlah takut kepadanya, sebab berhala itu tidak dapat berbuat jahat, dan berbuat baik pun dia tidak dapt.”

Sumber-sumber Kristen yang Menolak Natal

1. Catolic Encyclopedia, ediai 1911 tentang Christmas:

” Natal bukanlah upacara gereja yang pertama... melainkan ia diyakini berasal dari Mesir, perayaan yang diselenggarakan oleh para penyembah berhala dan jatuh pada bulan Januari., kemudian dijadikan kelahiran Yesus.

Dalam buku yang sama, tentang ” Natal Day” dinyatakan sebagai berikut:

”Di dalam kitab suci tidak ada seorang pun yang mengadakan upacara atau penyelenggaraan perayaan untuk merayakan hari kelahiran Yesus. Hanyalah orang-orang kafir saja (seperti Firaun dan Herodes) yang berpesta pora merayakan hari kelahirannya ke dunia ini.”

2. Encyclopedia Britanica, edisi 1946 menyatakan:

”Natal bukanlah upacara gereja abad pertama, Yesus Kristus atau para muridnya tidak pernah menyelenggarakan dan Bibel juga tidak pernah menyelenggarakannya. Upacara ini diambil oleh gereja dari kepercayaan kafir penyembah berhala.”

3. Encyclopedia Americana, edisi tahun 1944 menyatakan:

”Menurut para ahli, pada abad-abad permulaan, Natal tidak pernah dirayakan oleh umat Kristen. Pada umumnya umat kristen hanya merayakan hari kematian orang-orang terkemuka saja, dan tidak pernah merayakan hari kelahiran tersebut.......”.

(Perjamuan Suci, yang termaktub dalam kitab Perjanjian Baru hanyalah untuk mengenang kematian Yesus Kristus)..... Perayaan Natal yang dianggap sebagai hari kelahiran Yesus, mulai diresmikan pada abad ke-4 M. Pada abad ke-5 M. Gereja Barat memerintahkan kepada umat Kristen untuk merayakan hari kelahiran Yesus, yang diambil dari hari pesta bangsa Roma yang merayakan hari ”Kelahiran Dewa Matahari”. Sebab tidak seorangpun mengetahui hari kelahiran Yesus.”


PANDANGAN TIGA AGAMA TENTANG YESUS

Yahudi

1. Yesus lahir dari perbuatan zina; mengaku menjadi Mesias yang dinantikan Bani Israil.

2. Yesus layak mati disalib sebagai hukuman terhadap pengakuannya sebagai Mesias.

Kristen

1. Yesus adalah Tuhan Putra, pribadi kedua Tuhan.

2. Yesus mengalami kematian di kayu salib untuk menebus dosa warisan umat manusia.

Islam

1. Yesus lahir karena ketentuan Allah ( kalimat Allah ), dilahirkan ibindanya Siti Maryam binti Imran dalam keadaan suci ( fitrah ).

2. Yesus adalah seorang utusan Allah, bukan Tuhan sebagaimana penjelasan surat Al maidah/ 5:73.

” Sesunguhnya kafirlah orang –orang yang mengatakan bahwasannya Allahsalah satu dari tiga, padahal sekali-kali tiddak ada Tuhan ( yang berhak disembah ) selain Tuhan Yang Maha Esa . Jika mereka Tidak berhenti dari apa yamg mereka katakan itu, pasti orang – orang kafir diantara mereka akan tertimpa siksaan yang pedih.”

3. Yesus diselamatkan Allah dari kematian di kayu salib.
»»  READMORE...
...IMAM SANTOS SALADIN AL GHAZI ZAT ZIT ZUT...

Jumat, 16 Desember 2011

PENTAKEL

;
Simbol pentakel merupakan salah satu simbol tertua di dunia yang diperkirakan telah ada sejak 4000 tahun sebelum masehi. Pada awalnya pentakel merupakan simbol religius untuk kaum pagan(latin:paganus-penduduk negeri; orang-orang desa yang mempertahankan tradisi agama nenek moyang yang menyembah alam.) sayangnya, istilah pagan dewasa ini telah disalah artikan sebagai kelompok pemuja setan, suatu interpretasi yang sangat ngawur.
Pentakel merupakan simbol yang berkaitan dengan pemujaan alam. Para nenek moyang melihat dunia ini sebagai dua bagian lelaki dan perempuan. Para dewa dan dewi mereka bekerja untuk menjaga keseimbangan kekuatan. Yin dan Yang ketika lelaki dan perempuan seimbang muncul harmoni di dunia ini. Jika mereka tidak seimbang akan muncul kekacauan.
Pentakel mewakili bagian perempuan, sebuah konsep yang oleh para ahli sejarah religius disebut sebagai “ perempuan suci” atau “dewi yang hebat”. Pada interpretasi yang paling khusus, pentakel melambangkan venus dewi cinta dan kecantikan perempuan.

Agama yang pertama berdasarkan pada tatanan suci alam. Dewi venus dan planet venus adalah satu dan sama. Dewi itu memiliki tempat di langit waktu malam, dan dikenal dengan banyak nama: venus, bintang timur, ishtar, astarte semuanya merupakan konsep perempuan yang kuat dengan ikatan kepada alam dan ibu bumi.
Planet venus melintasi eklip setiap 8 tahun. Para leluhur dulu begitu terpesona menyelidiki fenomena ini, bahwa venus dan pentakelnya menjadi simbol dari kesempurnaan, kecantikan dan kualitas peredaran dari cinta seksual. Sebagai penghormatan pada kesaktian venus, orang2 yunani menggunakan siklus delapan tahunnya untuk mengorganisasikan olimpiade mereka. Sedikit saja orang sekarang yang tahu bahwa bintan segi lima hampir menjadi segel resmi olimpiade, namun dimodifikasi pada akhirnya lima titiknya ditukar dengan lima lingkaran yang saling memotong untuk merefleksikan dengan lebih baik jiwa permainan, yaitu keterbukaan dan harmoni.

Bintang bersisi lima sekarang merupakan sebuah klise virtual dalam film-film pembunuhan berantai berlatar setan. Gambar bintang seperti ini biasanya dicoretkan pada dinding apartemen seorang pemuha setan bersama dengan simbol2 lain yang diduga bersifat setan. Interpretasi pentakel sebagai simbol setan adalah salah secara historis. Makna femininnya yang asli adalah benar, tetapi simbolisme pentakel telah dirusak selama lebih dari seribu tahun. Dalam kasus ini dirusak dengan coretan darah. Pentakel diubah oleh gereja katolik Roma awal. Sebagai bagian dari kampanye vatikan untuk membasmi agama pagan dan mengembalikan rakyat ke agama kristen, gereja mengadakan kampanye fitnahan ketuhanan paga sebagai kejahatan.
Sudah menjadi lumrah bahwa sebuah kekuatan baru yang muncul akani mengambil alih simbol-simbol yang sudah ada dan merendahkannya secara berangsur-angsur dengan maksud menghapus arti simbol-simbol tersebut. Dalam peperangan antara simbol pagan dan simbol kristen, pagan kalah. Tombak bermata tiga milik poseidon menjadi tombak garpu setan, topi bijak yang meruncing ke atas menjadi simbol tukang sihir, dan pentakel venus menjadi tanda setan.
Lebih jauh, simbol pentakel juga diadopsi oleh kalangan militer sebagai lambang perang, hampir semua kapal tempur dihiasi dengan pentakel, bahkan dipasang di bahu para jenderal sebagai lambang pangkat
»»  READMORE...
...IMAM SANTOS SALADIN AL GHAZI ZAT ZIT ZUT...

SO DARK THE CON OF MAN

;

Biarawan percaya bahwa Contantine dan penerus lelakinya memutar balik dunia. Dari paganisme matriarchal menjadi Kristen patriarchal dengan cara menyebarkan propaganda yang mensetankan perempuan suci, dengan menghapus dewi dari agama modern untuk selamanya.(h.173)

Penghancuran kaum pagan

Pagan berasal dari bahasa latin paganus, artinya penduduk negeri. Kaum pagan secara harafiah berarti orang-orang desa yang tidak terindoktrinasi, yang berpegang teguh pada agama pedesaan tua yang memuja Alam. Karena Gereja begitu takut akan orang –orang yang tinggal di pedesaan atai villes, sehingga kata yang dulu sama sekali tak berbahaya yang artinya “penduduk desa”, yaitu villain menjadi berarti jiwa jahat.

Symbol religius kaum pagan adalah pentakel. Symbol ini merupakan symbol dari zaman sebelum Masehi, yang berkaitan dengan pemujaan Alam. Para nenek moyang melihat dunia ini sebagai dua bagian—lelaki dan perempuan. Para dewa dan dewi mereka bekerja untuk menjaga keseimbangan kekuatan. Yin dan Yang. Ketika lelaki dan perempuan seimbang, muncul harmoni di dunia ini. Jika mereka tidak seimbang, muncul kekacauan. Symbol pentakel ini mewakili bagian perempuan---sebuah konsep yang oleh para ahli sejarah religius disebut sebagai “perempuan suci” atau “dewi yang hebat”. Pada interpretasi yang paling khusus, pentakel menyimbolkan Venus—dewi seks, cinta dan kecantikan perempuan. Pentakel---asal usul grafik dari keterikatannya dengan Venus. Planet Venus berjalan mengikuti pentakel yang sempurna menyeberangi langit eklip setiap delapan tahun. Para lelulur dulu begitu terpesona menyelidiki fenomena ini, bahwa Venus dan pentakelnya menjadi symbol dari kesempurnaan, kecantikan, dan kualitas peredaran dari cinta seksual.



Symbol pentakel bersifat sangat ketuhanan. Tetapi simbolisme pentakel telah dirusak selama lebih dari seribu tahun. Dalam kasus ini, dirusak dengan coretan darah. Pentakel diubah oleh Gereja Katolik Roma awal. Sebagai bagian dari kampanye Vatikan untuk membasmi agama pagan dan mengembalikan rakyat ke agama Kristen, Gereja mengadakan kampanye fitnahan melawan pemuja dewa dan dewi, menjadikan symbol-simbol ketuhanan pagan sebagai kejahatan.



Ini sangat biasa pada masa kekacauan, sebuah kekuatan baru yang muncul akan mengambil alih symbol-simbol yang sudah ada dan merendahkannya secara berangsur-angsur dengan maksud menghapus symbol-simbol tersebut. Dalam peperangan antara symbol pagan dan symbol Kristen, pagan kalah; tombak bermata tiga Poseidon menjadi garpu setan, topi bijak yang meruncing ke atas menjadi symbol tukang sihir, dan pentakel Venus menjadi symbol setan.(h.54-56)



Tak ada yang dapat menyangkal betapa banyak kebaikan yang dilakukan gereja modern pada dunia yang kacau ini. Walau demikian gereja memiliki sejarah kebohongan dan kekejaman. Perang Suci yang brutal untuk “mengajar kembali” kaum pagan dan penganut agama pemuja dewi memakan waktu tiga abad, dengan menggunakan cara-cara yang inspiratif sekaligus mengerikan. Inkuisisi Katolik menerbitkan buku yang boleh jadi bisa disebut sebagai penerbitan yang paling meminta darah dalam sejarah manusia. Malleus Maleficarum, ‘Godam Para Penyihir’, mengindoktrinasi dunia akan “bahaya kebebasan berpikir perempuan” dan mengajari para biarawan bagaimana menemukan, menyiksa dan menghancurkan mereka. Anggapan “penyihir” oleh gereja meliputi semua sarjana perempuan, pendeta, gipsi, ahli mistik, pencinta alam, pengumpul dedauanan, dan segala perempuan yang “secara mencurigakan akrab dengan alam.”para bidan juga dibunuh karena tindakan mereka yang menggunakan pengetahuan obat-obatan untuk menghilangkan rasa sakit saat melahirkan—sebuah penderitaan yang, menurut gereja, merupakan hukuman Tuhan bagi Hawa karena mengambil buah Apel Pengetahuan, sehingga melahirkan terkait dengan gagasan Dosa Asal. Selama tiga ratus tahun perburuan tukang sihir, Gereja telah membakar sekitar lima juta perempuan.



Propaganda dan pertumpahan darah itu berhasil. Kehidupan hari ini merupakan bukti hidup dari itu semua. Kaum perempuan, yang pernah dikenal sebagai separuh yang penting dari pencerahan spiritual, telah dimusnahkan dari semua kuil di dunia ini. Tidak ada rabi Ortodoks, pendeta Katolik, maupun ulama Islam yang perempuan. Satu tindakan penyucian dari Hieros Damos—penyatuan seksual alamiah antara laki-laki dan perempuan sehingga masing-masing menjadi utuh secara spiritual—telah dianggap sebagai tindakan memalukan. Para lelaki suci yang pernah diminta melakukan penyatuan seksual dengan rekan-rekan perempuan mereka, untuk mendekatkan diri pada Tuhan, sekarang khawatir desakan seksual alamiah mereka itu dianggap sebagai tindakan setan, setan yang bekerja sama dengan kaki tangan kesayangannya…perempuan.



Bahkan asosiasi feminine dari dengan tangan kiri tak luput dari penistaan oleh Gereja. Di Prancis dan Italia, kata “kiri”---gauche dan sinistra--- menjadi memiliki arti negative yang dalam, sementara tangan kanan terdengar kebaikan, terampil dan kebenaran. Kini, pikiran radikal dianggap sayap kiri, pikiran irasional dihasilkan otak kiri, dan segala yang jahat disebut sinister.



Zaman dewi telah berlalu. Bandul pendulum telah berayun. Ibu bumi telah menjadi dunia lelaki, dan dewa perusak dan dewa perang sekarang berperan. Ego kaum lelaki melaju selama dua millennium tanpa tercegah oleh rekan perempuannya. Biarawan Sion percaya bahwa kemusnahan perempuan suci dari kehidupan modernlah yang mengakibatkan apa yang disebut oleh suku Indian Hopi sebagai koyanisguatsi, ‘hidup tanpa keseimbangan’, suatu keadaan takstabil yang ditandai oleh perang berbahan bakar testoteron, sebuah keberlebihan dari masyarakat misoginis, dan sebuah rasa tak hormat yang terus tumbuh pada Ibu bumi.(h. 172-175)



Legenda Holy Grail

Biarawan Sion didirikan di Jerusalem pada tahun 1099 oleh Raja Prancis bernama Godefroi de Bouillon. Raja diduga keras sebagai pemilik sebuah rahasia yang sangat kuat---rahasia yang telah dimiliki keluarganya sejak zaman Kristus. Karena takut rahasianya akan hilang saat dia meninggal, ia mendirikan kelompok persaudaraan rahasia---Biarawan Sion---dan mengharuskan mereka menjaga rahasianya dengan cara mewariskannya secara diam-diam dari generasi ke generasi. Untuk menjaga rahasia ini Biarawan membentuk satuan tentara yang disebut “Persekutuan Para Kesatria Miskin Kristus dan Kuil Salomo” atau dikenal sebagai “Templar”. Templar menemukan dokumen-dokumen rahasia di bawah the “Holy of Holies” yang memberikan mereka kekuasaan tak terbatas serta mengumumkan bahwa mereka berhak “menetapkan hukum bagi mereka sendiri”---sebuah otonomi tentara yang terlepas dari campur tangan para raja, pendeta tinggi baik dalam keagamaan maupun politik. Melihat begitu besarnya pengaruh Templar, membuat Paus Clement V gusar dan memutuskan untuk membubarkan Templar dan merampas harta mereka, dengan begitu berarti mengalihkan kendali atas rahasia itu ke Vatikan. Jumat, 13 Oktober 1307, atas permintaan Tuhan kepada Clement, Templar ditangkap, disiksa dan dibakar ditiang pembakaran dengan tuduhan bidah, dengan dosa besar memuja setan, homoseksualitas, sodomi, mencemarkan salib dan perilaku nista lainnya. Hingga kini, Jumat tanggal 13 dianggap sebagai hari sial.



Tetapi Clement tidak berhasil merampas dokumen-dokumen itu dari tangan Templar. Dokumen rahasia itu telah dipercayakan kepada arsitek Templar, Biarawan Sion, yang tak jelas identitasnya, yang tirai kerahasiannya telah melindungi mereka dari jangkauan pembantaian Vatikan. Spekulasi terkini mengatakan bahwa dokumen itu ada di Inggris dan selama seribu tahun, legenda rahasia itu telah dialihkan. Keseluruhan dokumen, kekuatannya dan rahasianya menjadi terkenal dengan nama Sangreal. Sangreal punya hubungan dengan kata Prancis sang atau bahasa Spanyol sangre---artinya darah. Biarawan menjaga bukti itu dan menunggu waktu yang tepat dalam sejarah untuk mengungkap kebenaran itu. Sangreal adalah kata kuno, dan selama bertahun-tahun mengalami perkembangan menjadi sebuah kata yang lebih modern yaitu Holy Grail. Holy Grail adalah harta karun yang paling dicari dalam sejarah manusia. Grail memiliki legenda yang berkembang, peperangan dan pencarian seumur hidup. Masuk akalkah jika Grail hanya sebuah cawan? Grail telah disembunyikan di suatu tempat, paling tidak sejak tahun 1500.(h.220-226)



Singkatnya, menurut Biarawan Sion, Holy Grail sama sekali bukan sebuah cawan, yang sesungguhnya merupakan kiasan sederhana yang hebat. Artinya Grail menggunakan cawan sebagai metafora untuk menunjuk sesuatu yang lain, sesuatau yang lebih kuat. Dalam symbol Biarawan mawar dan Grail adalah sama. Mawar berarti kerahasiaan, tidak hanya itu Rosa rugosa, salah satu jenis mawar tertua, mempunyai kelopak dan segi lima simetris, persis seperti bintang penunjuk Venus, yang memberi Mawar kaitan ikonografi yang kuat dengan keperempuanan. Mawar merupakan symbol yang berarti Grail pada banyak tingkatan—kerahasiaan, keperempuanan, dan petunjuk---cawan feminine dan bintang penunjuk yang membawa ke kebenaran rahasia.



Perasaan Leonardo tentang Alkitab berhubungan langsung dengan Holy Grail. Kenyataanya, Da Vinci melukiskan Grail yang asli, dalam lukisannya yang paling termasyur sepanjang masa, The Last Supper, lukisan legendaris Da Vinci dari dinding Santa Maria delle Grazie di Milan. Penggambaran Grail sebagai cawan merupakan kiasan untuk menyamarkan kesejatian Holy Grail. Cawan sebagai metafora bagi sesuatu yang jauh lebih penting yaitu perempuan. Cawan atau bejana menyerupai bentuk rahim perempuan. Symbol ini berhubungan dengan keperempuanan, dunia perempuan dan kesuburan. Grail sebenarnya adalah symbol kuno untuk dunia keperempuanan, dan Holy Grail mewakili perempuan suci dan dewi, yang tentu saja sekarang sudah hilang, dihapuskan oleh gereja. Kekuatan perempuan dan kemampuannya untuk melahirkan kehidupan pernah sangat disucikan, tetapi itu merupakan ancaman bagi kebangkitan Gereja yang dikuasai lelaki, dan karena itulah perempuan suci diibliskan dan dianggap kotor. Lelaki-lah, bukan Tuhan, yang menciptakan konsep dosa awal, yaitu ketika hawa memcicipi Apel dan menyebabkan jatuhnya ras manusia. Perempuan, yang pernah menjadi pemberi kehidupan yang suci, sekarang merupakan musuh.



Konsep perempuan sebagai pembawa kehidupan merupakan dasar dari agama kuno. Melahirkan anak merupakan peristiwa mistis dan penuh kekuatan. Sedihnya, filosofi Kristen memutuskan untuk menggelapkan kekuatan penciptaan perempuan dengan mengabaikan kebenaran biologis dan menjadikan laki-laki sebagai pencipta. Kitab Kejadian mengatakan bahwa Hawa diciptakan dari tulang rusuk Adam. Perempuan menjadi bagian lelaki dan penuh dosa. Kitab Kejadian merupakan awal dari berakhirnya pemujaan terhadap dewi.



Grail merupakan symbol dari dewi yang hilang. Ketika Kristen hadir, agama-agama pagan ternyata tidak mati begitu saja. Legenda pencarian Grail yang hilang sebenarnya merupakan cerita tentang permintaan yang terlarang untuk mencari perempuan suci yang hilang. Para kesatria yang mengaku mencari cawan berbicara menggunakan kode-kode untuk melindungi diri mereka sendiri dari gereja yang telah menaklukkan perempuan, menghilangkan dewi, membakar orang kafir, dan melarang penghormatan kaum pagan kepada perempuan suci.



Lukisan asli The Last Supper Da Vinci adalah tiga belas lelaki dan satu perempuan yang duduk di tempat kehormatan, di sebelah kanan Yesus. Perempuan itu adalah Maria Magdalena. Tetapi ia ditulis sebagai pelacur dalam Alkitab adalah salah besar. Konsepsi yang salah itu merupakan warisan dari kampanye negative yang disebarkan oleh Gereja awal. Gereja harus menghapus nama Maria Magdalena untuk menutupi rahasia yang berbahaya—perannya sebagai Holy Grail. Kontur pada lukisan itu memperlihatkan symbol Grail, cawan dan rahim perempuan. Sebelum penyaliban, rencananya Yesus menyiapkan masa depan Gereja-Nya akan dipimpin oleh Maria Magdalena. Kaum lelaki cemburu dengan rencana Yesus, oleh karenanya segala daya dikerahkan untuk menghilangkan peran perempuan, termasuk penghilangan Injil Maria Magdalena. Yesus dan Maria adalah gambaran Yin dan Yang, dan tentang sifat keilahian dan kemanusiaan Yesus dibeberkan di halaman 321-348. Semua itu terungkap lewat kode-kode dalam lukisan Leonardo, yang tahu dimana Grail berada selama masa hidupnya. Itulah satu dari dua fakta yang tertinggal.



Ideologi Da Vinci

Inilah pesan dari novel The Da Vinci Code karya Dan Brown, yang mengungkap ideology pelukis terkenal Leonardo Da Vinci, begitu membelalakkan mata, memberi pencerahan dan sungguh mengguncang iman. Da Vinci salah satu penjaga Holy Grail, telah menyembunyikan berbagai petunjuk dalam karya seninya. Dalam The Vitruan Man, Madonna Of the Rock, The Last Supper, Adoration of Magi dan Mona Lisa-nya, ia coba mengungkapkan tentang ‘perempuan suci’ dan pentingnya keseimbangan perempuan dan laki-laki. Da Vinci setuju dengan konsep keseimbangan dengan penggabungan laki-laki dan perempuan atau sering disebut androgini. Tidak hanya Da Vinci yang percaya tentang ‘perempuan suci’ tetapi ada nama seniman terkenal lain seperti Botticelli, Sir Issac Newton, Victor Hugo dan Jean Cocteau mereka adalah kaum pagan. Sebagai pelukis hebat, Da Vinci menyuarakan keprihatinannya terhadap penyisihan perempuan suci dari agama modern. Da Vinci kecewa pada setanisasi sang dewi oleh gereja modern, hal ini diukir dalam symbol-simbol pada lukisannya. Kalaulah Da Vinci melukis tema-tema kristiani tidak sebagai ekspresi yang dipercayainya, namun lebih sebagai tindakan komersial saja. Sebuah cara untuk mengongkosi gaya hidup mewah dengan menerima komisi-komisi menguntungkan dari Vatikan.

Jika memang ini fakta sejarahnya, saya jadi teringat dengan diskusi-diskusi seru dan pertanyaan-pertanyaan kritis saat belajar tentang Agama dan Perempuan, khususnya mata ajaran kedudukan perempuan dalam gereja Katolik. Rasanya penjelasan Dan Brown ini, menjawab semua dan atau sebuah sebab keterpinggiran kaum perempuan dari gereja. Dan tentang kehidupan Zaman Dewi, saya jadi ingat dengan upacara-upacara ritual di Bali yang selalu dipimpin oleh pedinde perempuan, patung-patung dewi, pentingnya harmonisasi dengan alam, sehingga sangat tepat bahwa suasana kedamaian di Bali, merupakan inpirasi bagi dunia sebagai tempat pemulihan dan kampanye perdamaian. Seperti itukah zaman dewi? Akankah zaman paganisme matriarchal kembali? Bukankah sekarang adalah millennium Aguarius? Entahlah…
»»  READMORE...
...IMAM SANTOS SALADIN AL GHAZI ZAT ZIT ZUT...

Sejarah dan Perkembangan Pemujaan Setan (Satanisme)

;
Satanisme secara singkat dapat diartikan sebagai penyembahan setan dan menjadikannya sebagai Tuhan. Gerakan sesat ini memiliki ajaran melaksanakan hal-hal yang oleh agama dianggap berdosa. Satanisme juga menerima setan, lambang kejahatan, sebagai pemimpin dan pembimbing.

Sejarah Satanisme
Kaum Satanis, yakni para pengikut ajaran satanisme, sudah ada dan melaksanakan kegiatan mereka di setiap tahap sejarah dan dalam setiap peradaban, dari Mesir kuno sampai Yunani kuno, serta sejak Abad Pertengahan sampai hari ini.

Di antara abad ke-14 dan ke-16, para tukang sihir dan orang yang menolak agama sama-sama memuja setan. Setelah tahun 1880-an, di Prancis, Inggris, Jerman, dan sekaligus di berbagai negara lain di Eropa dan Amerika, Satanisme diatur dalam perkumpulan dan tersebar di kalangan orang yang mencari keyakinan dan agama lain.
Penyembahan setan terus berlanjut sejak abad ke-19, mula-mula sebagai Satanisme tradisional, lalu dalam aliran sesat yang lebih kecil yang merupakan pecahannya.

Upacara kejam yang dilakukan oleh tukang sihir dan orang-orang tak bertuhan, pengorbanan anak dan orang dewasa kepada setan, perayaan Misa Hitam dan upacara Satanisme tradisional lainnya telah diwariskan diam-diam secara turun temurun.

Lambang Satanisme tradisional yang terpenting adalah dewa Romawi kuno Baphomet. Pada waktu itu, Baphomet menjadi lambang bagi orang yang memuja setan.
Para ahli sejarah yang menelusuri asal-usul sosok berkepala kambing ini telah menemukan beberapa petunjuk penting tentang kegiatan Satanis.

Lambang Satanis terpenting kedua adalah pentagram, yaitu bintang bersegi lima di dalam lingkaran. Yang menarik, ada dua perkumpulan rahasia lainnya di samping para Satanis yang menggunakan Baphomet dan pentagram sebagai lambang.
Yang pertama adalah perkumpulan Kesatria Biara Yerusalem (Knight Templars), yaitu perkumpulan yang dituduh oleh Gereja Katolik sebagai penyembah setan, dan dibubarkan pada tahun 1311.

Perkumpulan lainnya adalah perkumpulan Mason yang telah bertahun-tahun lamanya menimbulkan rasa penasaran karena kerahasiaan dan upacaranya yang aneh.

Banyak ahli sejarah, yang telah menyelidiki masalah itu, percaya bahwa terdapat hubungan antara Kesatria Biara Yerusalem dengan perkumpulan Mason.

Menurut mereka, kedua kelompok itu saling melanjutkan satu sama lain. Sesudah Kesatria Biara Yerusalem dilarang oleh Gereja, perkumpulan itu melanjutkan keberadaannya secara rahasia dan akhirnya berubah menjadi paham Mason.

Yang pasti tentang Freemasonry adalah perkumpulan ini bersifat amat rahasia, punya susunan organisasi, dengan anggota di seluruh pelosok dunia.

Uraian yang diberikan para ahli seperti Leo Taxil, yang pernah menjadi seorang Mason, namun telah keluar dari perkumpulan itu, mengatakan bahwa para Mason amat menghormati Baphomet dan melangsungkan upacara yang menyerupai tata-cara penyembahan setan.

Kenyataan lain yang menimbulkan kecurigaan adalah bahwa banyak pengikut Satanisme yang kemudian menjadi anggota organisasi Masonic.

Kini, para Satanis telah meninggalkan upacara dan markasnya yang rahasia itu, untuk keluar ke jalan-jalan. Para Satanis bergiat di setiap negara untuk menyebarkan ajarannya dengan gigih dalam buku-buku, terbitan berkala, dan terutama di Internet dalam usaha mereka menarik anggota.

Tak peduli di negara mana pun mereka berada, para Satanis menampilkan citra yang sama. Cara berpakaian, tata cara penyembahan, kesamaan surat yang mereka tinggalkan sebelum melakukan bunuh diri dan ciri lainnya menunjukkan bahwa Satanisme bukanlah gerakan biasa yang dipenuhi para penganggur, melainkan sebuah organisasi yang sengaja bersandar pada landasan pemikiran.

Satanisme dan Materialisme

Pada dasarnya aliran Satanisme dibagi menjadi dua macam, yaitu Teistik dan Atheistik. AliranTeistik atau biasa disebut juga Satanisme Tradisional adalah suatu bentuk kepercayaan yang menganggap bahwa Setan sebagai Dewa.

Sedangkan aliran Atheistik adalah suatu aliran kepercayaan yang tidak menganggap adanya Tuhan ataupun Dewa untuk disembah, melainkan mereka menggunakan “Setan” sebagai simbol pada diri manusia, sebagai simbol keduniawian dan keserakahan atau dengan kata lain mereka dapat dikatakan menyembah diri mereka sendiri.

Salah satu Aliran Satanisme Atheistik yang terkenal adalah Gereja Setan (the Church of Satan) yang didirikan oleh Anton Szandor LaVey (Anton LaVey), karena namanya aliran ini disebut dengan aliran LaVeyan.

Suatu ciri kaum Satanis masa kini adalah mereka semua atheis (tidak mengakui Tuhan). Mereka juga sekaligus kaum materialis, artinya mereka hanya percaya kepada keberadaan benda belaka.

Mereka mengingkari adanya Tuhan dan semua makhluk gaib. Oleh karena itu, kaum Satanis tidak percaya kepada setan sebagai makhluk yang nyata.

Meskipun disebut sebagai penyembah setan, mereka tidak mengakui adanya setan. Bagi kaum Satanis, setan hanyalah lambang yang menyatakan permusuhan mereka terhadap agama dan kekerasan hati mereka.

Dalam sebuah tulisan yang berjudul “Pengantar Setanisme” yang diterbitkan Gereja Setan, dinyatakan bahwa para Satanis sebenarnya adalah Atheis. Satanisme adalah sebuah agama yang tak mengenal Tuhan dan menganut paham tidak ada yang perlu ditakuti selain akibat tindakan kita.

Kaum Satanis tidak percaya adanya Allah, malaikat, surga atau neraka, iblis, setan, ruh jahat, ruh baik, peri, atau makhluk gaib yang jahat. Satanisme bersifat Atheis, Otodeis: kami menyembah diri kami sendiri. Satanisme adalah materialis, Satanisme adalah lawan agama. (Vexen Crabtree, “A Description of Satanisme”)

Singkatnya, ini adalah hasil filsafat kebendaan dan tak mengenal Tuhan yang telah tersebar sejak abad ke-19. Seperti filsafat ini, Satanisme menyandarkan diri pada teori yang dianggap ilmiah: Teori Evolusi Darwin.

Musik dan Film Satanisme.
Satanisme muncul dalam banyak hal, salah satunya adalah film dan musik. Banyak film yang menceritakan dengan terbuka idiom satanisme serta kisah kuasa gelap (dark forces).

Film populer seperti : Friday The 13th, The Crow, Devils Advocate, Interview With The Vampire, bahkan serial ‘The X-Files’ mengandung alur cerita dimana setan, satanisme atau black magic menjadi bagian penting dari film.

Konon tahun 1968, Anton Szandor La Vey pernah menjadi penasehat teknis sekaligus pemeran film Rosemarys Baby, film Omen 1976 disebut telah memopulerkan satanisme.

Dalam musik ada banyak sekali contoh musik yang berisi satanisme, contoh :

1. Lagu dari Ozzy Osbourne “Anggur baik tapi Wiski lebih cepat, bunuh dirilah satu-satunya jalan keluar”

2. Lagu dari David Bowie (majalah Rolling Stone) mengatakan Rock akan selalu menjadi musik setan.

3. Lagu dari Stairway to Heaven jika di putar terbalik akan memunculkan syair pemujaan setan.

4. Lagu dari Metallica dalam The Prince melantunkan Bida dari bawah, Aku ingin menjual jiwaku. Setan ambil jiwaku.

5. Pink Floyd menulis lagu Lucifer Sam dengan lirik : Lucifer Sam selalu duduk di sisimu..selalu dekat denganmu.

6. Tahun 1992, Red Hot Chilli Peppers saat penerimaan anugreah MTV Awards berucap. Pertama-tama kami ingin berterima kasih pada Setan.

7. Marilyn Manson, salah satu umat GS pada majalah Spin edisi Agustus 1996. Saya berharap dikenang sebagai sosok yang mengakhiri sejarah Kekristenan, Manson tak ragu merobek Injil dan meneriakkan penghinaan terhadap Yesus Kristus.

Berikut 10 band penganut satanisme yang populer

Di antara banyak band-band metal Saat ini, terdapat beberapa band-band yang merupakan band-band sesat yang memuja setan.

Band-band tersebut menjual jiwanya untuk para setan demi keinginanya agar memperoleh ketenaran. Band yang beraliran Black Metal merupakan aliran metal yang paling banyak memiliki Band Metal-Satanis.

1. Acheron
Band yang berdiri pada tahun 1998, dan dibentuk oleh Pendeta Vincent Crowley di Tampa, Florida. Yang kemudian bergabung dengan Peter H. Gilmore, Magister Gereja Setan.

Dan untuk pertama kalinya, band ini merilis album yang berjudul “Messe Noir” pada tahun 1988. Album ini dibuat khusus sebagai edisi terbatas (7-inci) yang juga merupakan rekor dimensi sebuah album yang belum pernah ada sebelumnya.

Untuk membuat album ini benar-benar kental terhadap aliran satanis, Acheron membuat album ini dicopy hanya untuk 666 eksemplar.

Kemudian pada tahun 1991, band ini membuat tercengang dunia dengan menerbitkan album kedua mereka yang berjudul Rites of the Black Mass (1991).

Pada album tersebut, setiap lagu-lagunya mengandung ayat-ayat yang ada pada injil hitam (Satanic Bible) serta digunakan intro bergaya Gothik dan gitar solo yang membuat lagu-lagu tersebut terkesan dari dunia “Kegelapan”. Lagu-lagu mereka pun didasarkan atas filsafat “Satanis”.

Album :
Messe Noir (1988), Rites of the Black Mass (1991), Alla Xul (1992), Satanic Victory (1992), Lex Talionis (1992), Anti-God, Anti-Christ (1996), Those Who Have Risen (1997), Necromanteion Communion (1998), Compendium Diablerie : The Demo Days (2001).

2. Angelcorpse

Merupakan band yang dibentuk pada tahun 1995 oleh Pete Helmkamp dan mantan band yang dikenal sebagai Orde dari Chaos.

Angelcorpse berasal dari Kansas City, tapi mereka pindah ke Tampa Florida (yang merupakan daerah penganut Satanisme) di Amerika. Musik mereka bertemakan Anti-Kristus dan peperangan.

Pada tahun 1995 dan 2007 Band ini melakukan tur ke Eropa untuk mendukukng band-band beraliran satanisme yang ada.

Hal lain yang berkaitan dengan band ini adalah Pete Helmkamp, personil band, menulis buku yang berjudul ‘The Conqueror Manifesto.’

Menurutnya, hal-hal yang memandang bahwa “In the spirit of Crowley’s” dan pandangan tentang “Antichrist” adalah merupakan kebenaran. Dalam bukunya tersebut Pete menuliskan upaya manusia agar bisa naik ke Quest terhadap Plateau dari Invincibility dan mencapai Godhood (Homodeus).

Album :
Goats to Azazael Demo (1995), Hammer of Gods (1996), Nuclear Hell (1997), Wolflust Single (1997), Exterminate (1998), Winds of Desecration (1999), The Inexorable (1999), Iron, Blood and Blasphemy (2000), Death Dragons of the Apocalypse (2002), Of Lucifer and Lightning (2007).

3. Cradle Of Filth

Band yang berasal dari Inggris dibentuk pada tahun 1992, dengan penyanyi utama Dani Filth. Merupakan Band yang sangat erat kaitanya dengan Sihir, Mitologi, dan hal-hal yang berbau Kotoran.

Selain menyanyikan alunan musik Black Metal, aliran ini juga memainkan aliran Dark Metal dan Death Metal, Vampyric Metal, Satan Metal dan Symphonic Black Metal.

Aliran ini telah banyak berubah sejak awal mula dibentuk. Pada awalnya nuansa Death Metal begitu kelihatan, namun seiring dengan waktu berubah menjadi Black, dan yang terakhir Bernuansa Ghotic yang sangat terlihat pada lagu ” Nymphetamine”.

Prestasi besar yang pernah diraih oleh band ini adalah merupakan band yang paling terkenal di Inggris setelah Iron Maiden.

Album :
The Principle of Evil Made Flesh (1994), Dusk… and Her Embrace (1996), Cruelty and the Beast (1998), Midian (2000), Damnation and a Day (2003), Nymphetamine (2004), Thornography (2006), Godspeed on the Devil’s Thunder (2008).

4. Dimmu Borgir

Band Black Metal yang berasal dari Oslo, Norwegia, dibentuk pada tahun 1993. Dibentuk oleh Shagrath, Silenoz, dan Tjodalv.

Band ini pertama kali menerbitkan album ‘Inn i evighetens mørke’ pada tahun 1994. Yang kemudian merampungkan seluruh Track pada album For All Tid (1994).

Band ini diketahui sering memainkan aliran Symphonic Black Metal, Black Metal, Ritual Black Metal, dan Deathy Metal.

Tema-tema yang dibahas dalam lirik lagu-lagunya hampir sama dengan Cradle Of Filth, yaitu tentang pemujaan kepada Setan, Ritual, dan Peperangan.

Album :
For all tid (1994), Stormblåst (1996), Enthrone Darkness Triumphant (1997), Spiritual Black Dimensions (1999), Puritanical Euphoric Misanthropia (2001), Death Cult Armageddon (2003), Stormblåst MMV (2005) In Sorte Diaboli (2007).

5. Arch Goat

Band kelima merupakan band Black-Death Metal, yaitu Arch Goat yang dibentuk di Finlandia. Album Pertama mereka diluncurkan pada tahun 1992 yang berjudul “Jesus Spawn”.

Sebuah album yang di dalamnya penuh dengan hujatan-hujatan kepada Tuhan. Style dan gaya Band ini mirip dengan Angelcorpse, yaitu anti Kristus serta banyak memainkan Filosophy Satanis. Band ini juga terkadang memainkan musik Ritual.

Album :
Jesus Spawn (1992), Angelcunt (Tales of Desecration) (1993), Angelslaying Black Fucking Metal (2004), Live Black Mass (2005), Whore of Bethlehem (2006).

6. Blasphemy
Band Satanis keenam, adalah band Black Metal yang berasal dari Kanada, dibentuk di daerah Burnaby tahun 1984 bernama Blasphemy.

Debut mereka yang pertama dalah “Blood upon the Altar” pada tahun 1989, merupakan album yang berisi Hujatan-hujatan kepada Tuhan.

Band ini juga pernah melakukan tur ke Jerman “Fuck Christ”. Dalam syair-syairnya, Band ini banyak menggunakan tema-tema yang berhubungan dengan paganisme, mitologis dan lirik-lirik Anti-Kristus.

Album :
Fallen Angel of Doom (1990), Gods of War (1993), Live Ritual – Friday the 13th (2002).

7. Behemoth
Band Black Metal yang berasal dari Polandia pada tahun 1991. Band ini memainkan musik dengan tema-tema Satanis, dan Ritual, dan pemujaan kepada Berhala.

Band ini juga memainkan aliran musik Death Metal, ada juga yang menyebutnya sebagai Black Metal, Avantgrade Metal, Pagan Metal.

Namun aliran yang sebenarnya dari band ini masih diragukan, karena band ini lebih suka tidak dilabelkan dalam genre apapun.

Album :
And the Forests Dream Eternally (EP) (1995), Sventevith (Storming Near the Baltic) (1995),Grom (1996), Bewitching the Pomerania (EP) (1997), Pandemonic Incantations (1998), Satanica (1999), Thelema.6 (2000), Antichristian Phenomenon (EP) (2001), Zos Kia Cultus (Here and Beyond) (2002), Conjuration (EP) (2003), Demigod (2004), Slaves Shall Serve (EP) (2005), The Apostasy (2007), Ezkaton (EP) (2008), Evangelion (2009).

8. Arch Enemy
Band Melodic Death Metal yang berasal dari Swedia. Band ini bernama Arch Enemy. Band ini merilis album pertamanya pada tahun 1996 berjudul “Black Earth”.

Style band ini sangat mengagumkan, setiap track pada albumnya penuh dengan Melodi Gitar yang digabung dengan suara vokalis cewe (Angela Gossow) ini membuatnya begitu berkesan.

Hal-hal yang dibahas dalam lagu-lagunya adalah hal-hal mengenai Kiamat, dan Anti-Kristus. Selain itu, pesonil band ini berasal dari para mantan Pemain band metal sebelumnya, seperti band Carcass, dan Yohanes Liva.

Album :
Black Earth (1996), Stigmata (1998), Burning Bridges (1999), Wages of Sin (2001), Anthems of Rebellion (2003), Doomsday Machine (2005), Rise of the Tyrant (2007).

9. Beherit
Band ini dibentuk di Finlandia pada tahun 1989. Band ini sendiri memiliki arti “setan” dalam bahasa Syria. Musik mereka bertemakan kebiadapan, Anti-Kristus, Neraka, dan penghujatan.

Band ini terkenal karena gaya ambient yang dimainkan personilnya, band ini juga memainkan aliran Deathcore dan Black Metal.

Album :
The Oath of Black Blood (1991), Drawing Down the Moon (1993), Dawn of Satan’s Millennium (1991), Werewolf, Semen and Blood (1998), Messe Des Morts (1994), Beast of Beherit – Complete Worxxx (1999).

SUMBER
»»  READMORE...
...IMAM SANTOS SALADIN AL GHAZI ZAT ZIT ZUT...
description=